1. DIAN PELANGI
TIDAK lengkap rasanya jika bicara soal Kartini masa kini tanpa
menyebutkan nama dari desainer muda nan berbakat ini. Ya, Dian Pelangi
lewat kiprahnya sebagai sosok desainer busana muslim Indonesia rasanya
cocok dipandang sebagai salah satu contoh sosok Kartini modern.

Dian merupakan salah satu perancang busana muslim kelas atas di
Indonesia. Lahir di Palembang pada tanggal 14 Januari 1991. Ia lulus
dari sekolah desain ternam,a ESMOD pada tahun 2008 dengan nilai
memuaskan. Bisa dibilang dirinya adalah salah satu tokoh yang paling
berpengaruh dalam trend dunia fashion muslim di Indonesia, tidak
dipungkiri banyak masyarakat yang telah mengikuti hampir setiap gaya
yang diciptakan oleh Dian Pelangi.
Dara cantik ini dikenal sebagai desainer multitalenta, ia membawa
angin segar yang penuh warna di panggung busana muslim Indonesia maupun
mancanegara. Karya-karyaNYA terinspirasi dari “pelangi” yang memiliki
begitu kaya akan warna dan lewat karya-karyanya ia selalu berusaha
menggali kebudayaan Indonesia mulai dari songket yang indah hingga batik
yang sangat mewah nan istimewa.
Pada tahun 2011 lalu, Dian mengharumkan nama Indonesia dengan
diundangnya dirinya ke Paris untuk mengikuti The International Fair of
Muslim Word di Le Bourget, dengan ini Dian menunjukkan bahwa jejaknya
sebagai seorang desainer
2 JENAHARA NASUTION
BUAH memang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ini adalah ungkapan yang
pas disematkan untuk desainer busana muslim, Jenahara. Ya, ia adalah tak
lain dan tak bukan adalah putri dari desainer senior Tanah Air, Ida
Royani.
Berkecimpung di dunia desain dengan menjadi desainer busana muslim,
Jenahara memang merupakan salah satu desainer yang karyanya digandrungi
banyak hijabers Indonesia, ia juga salah satu pendiri dari "Hijabers
Community Indonesia". Dengan ini rasanya cocok jika Jenahara disebut
sebagai sosok Kartini modern masa kini.
Menginsipirasi perempuan khususnya perempuan muda untuk berjuang dan
sukses dengan tangan dan kaki sendiri adalah hal yang dilakoni Jenahara,
walaupun terlahir sebagai putri dari Ida Royani yang juga mempunyai
nama besar di dunia industri fashion, tidak membuat Jenahara menggunakan
nama besar ibunya untuk mendongkrak popularitasnya.

Perempuan
kelahiran 27 Agustus 1985 ini memilih untuk lebih banyak memepelajari
gaya busana nya sendiri dari lingkungan sekitarnya. Gaya yang asimetris
menjadikan rancangannya lebih fashionable dan juga unik namun tetap
wearable. Sekarang Jenahara sudah mempunyai 3 label fashion, diantaranya
Jenahara untuk ready to wear, Jenahara Nasution untuk busana yang
limited edition, dan Jenahara by Ida Royani yang merupakan label kerja
sama dengan sang Ibunda.
Soal prestasi, Jenahara pun sudah mengharumkan nama Indonesia di
kancah mancanegara. Dengan tampilnya beberapa karyanya di perhelatan
Hongkong Fashion Week beberapa waktu lalu.
muda Indonesai juga patut diperhitungkan dan
ditiru dan dunia industri fashion muslim Indonesia memang maju dan
berkembang pesat. Dian yang langganan menghelat fashion show di luar
negeri ini mampu menunjukkan ke dunia bahwa busana muslim dapat menjadi
icon fashion mendunia yang tidak kalah dengan busana mainstream pada
umumnya.
Selain menjadi desainer, Dian juga mengembangkan sayap menjadi
penulis buku. Di tahun 2012, ia meluncurkan bukunya sendiri dengan judul
“Hijab Street Style” yang merupakan buku pertama Dian yang diterbitkan
pada tanggal 15 Juli 2012. Buku ini berisi tentang 600 lebih foto
hijabers muslimah dari berbagai Indonesia dan juga dari luar negeri
seperti Singapura, Kuala Lumpur Malaysia, Bangkok, Thailand, dan
lain-lain.
3.Ria Miranda
SOSOK Kartini adalah sosok wanita yang menginspirasi tidak hanya
untuk sesama wanita untuk berkarya lebih baik lagi, tetapi juga orang
banyak pada umumnya.
Sosok Kartini dulu yang memperjuangkan emansipasi wanita kini di era
modern telah berkembang menjadi tidak hanya memperjuangkan emansipasi
wanita di kehidupan sehari-hari, tapi juga berkarya dan berguna untuk
orang lain.

Ialah desainer muda nan cantik, Ria Miranda, rasanya pantas
disematkan titel sebagai sosok Kartini modern. Perempuan kelahiran
Padang, Sumatera Barat, 15 Juli 1985 ini adalah seorang perancang busana
muslim Indonesia. Ria yang memiliki brand Riamiranda ini termasuk salah
seoran tokoh perancang busana yang dianggap mempengaruhi tren pemakaian
busana muslim hijab yang berkembang pesat di kalangan perempuan muslim
di Tanah Air.
Karya dari Ria banyak mengeksploitasi garis-garis, sentuhan pastel
dan girly yang feminin serta berkarakter kuat banyak disukai para
hijabers. Permainan warna-warna pastel yang lembut, manis, dan feminin
jadi salah satu ciri khas yang dicintai pelanggannya dari perempuan
lulusan Universitas Andalas dan sekolah mode ESMOD ini.
Ria yang giat memperkenalkan karyanya lewat media sosial dan juga
membentuk hijabers community ini sudah mempunyai belasan outlet yang
tersebar di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta,Padang, Medan,
Jakarta, Bandung, Cirebon, Balikpapan,Samarinda, Makassar, Banda Aceh
dan Surabaya.
Ria yang baru-baru ini merilis koleksi terbaru untuk Sophie Paris ini
juga baru saja merilis buku yang berjudul "Passhion!". Buku yang
bertemakan tentang kehidupan pribadi serta selama perjalanan kariernya,
Lewat buku ini Ria berpesan agar tidak pernah menyerah dalam menggapai
impian, melakukan mimpi cita-cita dengan maksimal dan optimal dan yakin
bahwa kesuksesan akan datang. Berjuang di dunia fashion sebagai tujuan
hidup dan cita-cita yang pantas untuk dipertahankan adalah keyakinan
dari salah satu pendiri Hijabers Community ini.